Senin, 08 Agustus 2011

mmhh udah lama gk posting. banyak cerita yang bakal gue tumpahkan disini.


semalem gue udah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungan ini. pastinya gue sedih, karena hubungan ini terbilang cukup lama, 19bulan. kita melewati hari-hari bersama. susah senang bersama. udah banyak hal yang kita lakuin bareng. tapi dibalik itu gue menyimpan kegundahan. tiap kali kita berantem dia selalu mengulangi kesalahan yang sama dan itu yang bikin gue gk tahan. kalau dibilang indah, hubungan ini memang indah. sangat indah. tapi keindahan itu juga akan memudar kalau dia terus kyk gitu. dan semalem, emosi gue memuncak.

dia mengulanginya lagi. hal yang sama terjadi berulang kali sampai gk kehitung jumlahnya. kalau ini yang pertama kalinya, gue masih bisa memaafkan. hanya karena masalah kecil yang gue rasa gk patut untuk dipermasalahkan. kalaupun harus dijadikan masalah, bisa kan diselesaikan secara baik2? dari dulu selalu seperti itu. janji mau berubah tapi apa?

kalau ditanya sayang, jelas gue sayang. tapi rasa sayang gue bukan untuk diperlakukan kyk gini. kalau tiap berantem kyk gini, rasa sayang gue juga lama-lama berkurang. mungkin kita emang udah gk sejalan lagi. gue benar-benar udah capek. capek hati, capek otak. mending koreksi dulu diri masing-masing. gue gk sepenuhnya nyalahin dia. gue juga pernah bikin salah dan dia selalu memaafkan. ya memaafkan tapi tetap mengungkitnya.

begitu banyak perbedaan diantara kita yang gk dapat disatukan. gue yang cuek dan lo yang harus selalu diperhatikan kyknya gk balance. gue yang gk suka dilarang dan lo yang suka ngatur-ngatur gue sama sekali gk cocok. gue yang suka kebebasan dan lo yang selalu ngekang gue gk akan nyambung. orang bilang perbedaan itu akan saling melengkapi. tapi buat gue gk. kalau seseorang udah beda prinsip, gk bakal cocok.

timbul pertanyaan, kalau gk cocok kenapa bisa bertahan 19 bulan? 4 bulan pertama kita baik-baik aja. tapi masuk ke 5 bulan gue mulai jenuh karena sehari-hari selalu sama dia. gue juga pengen jalan sama temen2 tapi dia gk ngerti dan selallu ngelarang gue. oke gue sabar. karena jenuh dan jenuh gue mulai nakal. menuju 7-8 bulan gue kembali contact sama sang mantan. disaat dia tau, jelas dia emosi. dan gue juga benar-benar merasa bersalah. kalau dia mutusin gue saat itu, gue terima. ternyata dia bukannya mutusin gue malah memberi kesempatan ke gue dan tetap mengungkit-ungkit hal itu. mulai saat itu dia udah gk percaya sama gue. selalu memata-matai gue. ngecek fb sama twitter gue sampe inbox gue juga. oke gue salah, tapi gue gk suka privasi gue diganggu.

masuk 1 tahun, kita makin sering berantem. dia makin banyak aturan. dan gue makin membangkang. gue paling gk suka DIATUR. disana dia mulai kasar dan gue ilfil. udah beberapa kali gue mutusin dia karena hal itu tapi dia gk mau dan janji gk bakal gitu lagi. oke gue terima. tapi kemudian diulang dan diulang LAGI. saat itu lah gue butuh seseorang, tempat berbagi cerita. orang yang bisa ngertiin gue. gue pernah chat sama orang yang pernah deket sama gue dulu. dan dia sensi banget sama tu cowok. gue sih santai aja secara gue emang deket sama dia. kedua gue chat sama temen kampus. ya anaknya asik-asik aja buat dijadiin temen becanda. lumayan menghibur gue. dan chat gue ini diketahui oleh dia. terang aja dia langsung marah dan nganggep gue macem-macem. gue udah bodo amat.

sekarang semua nya udah berakhir. gue juga gk tahu kedepannya bakal gimana. gue tetep menganggap dia orang yang pernah ada dalam hidup gue. gue bakal inget semua kenangan indah dan pahit itu. gue harap dia bisa mendapat kan yang terbaik dan lebih dari gue. yang bisa ngertiin dan meratiin dia. amin

thank;s so much 710AV. you'll always in my heart :)

Senin, 25 April 2011

your chance

ternyata memang susah untuk berpisah. tapi hati ini kuat sekali untuk melakukan hal tersebut. walaupun gue gk tahu apa yang akan terjadi jika itu benar-benar terwujud. mungkin akan sedikit tidak terbiasa. tapi ternyata takdir berkata lain. hal itu tidak akan pernah terjadi.


memang benar kata orang hal yang paling susah dilakukan adalah membenci orang yang kita cintai tapi banyak juga yang bilang, terlalu cinta bisa jadi benci. gue orangnya suka kebebasan. gue pun gk pernah ngelarang dia ini itu kecuali nasehatin dia buat gk ngerokok lagi. karena ya itu memang buat kesehatan dia juga selain gue gk suka asap rokok. diluar itu gue gk terlalu melarang. dan satu hal, gue paling benci DIPAKSA. kalau gue bilang gk mau ya gk mau. kalau dipaksa terus bakalan berantem. dan itu hal2 yang paling sering menjadi pemicu berantemnya kita. dan lagi hal itu gk bisa ilang. dia yang selalu memaksa dan gue yang gk pernah mau dipaksa gk bakal menemuka titik terang.

sekarang semuanya dijalani aja dulu. walaupun dia udah ngasarin gue, gue tetap memberinya kesempata. tapi disaat itu juga gue tahu kalau hal itu bakal terulang lagi. tapi ya namanya cinta gimana laa.

skrg lagi UTS, gue gk pengen gitu gara-gara masalah ini nilai gue jadi anjlok lagi. target gue skrg menaikkan IP dan IPK. gk boleh turunn lagi pokoknya. ntar mama ngomel lagi. huhuhuh

sekian deh ngantuk.
bye

Senin, 18 April 2011

alasan seseorang lebih memilih single daripada berpacaran

Kehadiran seorang kekasih memang bisa menambah warna dalam hidup, tapi bukan berarti hidup kita tidak bisa berwarna tanpanya. Dalam situasi dan waktu tertentu, ada kalanya menyandang status single lebih baik daripada berpasangan.

Dikutip ehow dari cnn, sebanyak 43 persen dari populasi penduduk berusia 18 tahun ke atas di Amerika lebih memilih hidup sendiri. Alasannya, status single memberi mereka beberapa keuntungan dalam hal karir dan kebebasan hidup.

Kondisi seperti apa sih yang membuat kita lebih baik sendiri daripada berpacaran? Ini dia jawabannya.

1. Karir Jadi Prioritas
Sadar atau tidak, keberadaan pasangan sedikit banyak mempengaruhi keputusan kita dalam memilih pekerjaan. Meskipun mungkin dia tidak meminta Anda mengambil atau menolak pekerjaan tertentu, secara naluriah Anda akan mempedulikan perasaan sang kekasih. Apalagi jika pekerjaan itu menuntut Anda sering lembur atau bertugas ke luar kota.

Jika saat ini karir yang ingin Anda kejar, tidak ada salahnya memilih untuk sendiri dulu. Anda bisa bebas memilih pekerjaan yang Anda mau. Anda pun tidak perlu repot-repot membagi waktu antara pekerjaan dan jadwal kencan bersama kekasih. Dan, satu hal lagi, tidak ada 'kewajiban' lapor diri sedang apa, di mana atau bersama siapa.

2. Tidak Ingin Dikekang
Keberadaan kekasih seringkali membatasi ruang gerak kita, terutama dalam hal bersosialisasi. Nah, jika Anda masih ingin bebas berteman dengan siapa saja, menjadi single mungkin jadi keputusan yang baik. Bayangkan jika setiap mau pergi ke luar bersama teman, Anda harus meminta izin atau setidaknya memberi tahu kemana akan pergi.

Saat sendiri, Anda bisa membuat rencana sebebas-bebasnya dengan para sahabat. Mulai dari nonton film, ke taman hiburan, menyaksikan pertunjukan teater sampai travelling ke luar negeri. Tidak hanya itu, Anda pun berkesempatan bertemu lingkungan dan orang baru sebanyak-banyaknya. Menjadi single, memungkinkan Anda menjalani kehidupan sosial dengan bebas dan memilih teman tanpa harus mengkhawatirkan perasaan seseorang.

3. Tidak Ingin Menambah Masalah Hidup

Tak dipungkiri, menjalin cinta dengan seseorang yang kita sayangi memang menyenangkan dan membuat hati berbunga-bunga. Tapi kisah cinta tidak selalu manis. Ada bumbu-bumbu pertengkaran, selisih paham dan cemburu di dalamnya yang berpotensi memunculkan stres bahkan depresi. Seperti kita tahu, stres bisa berakibat buruk terhadap kesehatan.

Menurut penelitian; seperti dikutip dari The Soko, orang yang sering bertengkar dengan pasangannya berisiko menderita hipertensi lima kali lebih besar dibandingkan yang single. Menjadi single, kemungkinan Anda mengeluarkan emosi-emosi negatif akan lebih kecil dibandingkan orang yang berpasangan. Dengan begitu, pikiran dan tubuh Anda juga lebih rileks. Jika kehidupan Anda sudah sangat dipusingkan dengan masalah pekerjaan atau keluarga, menjadi single untuk sementara mungkin akan lebih baik.

4. Hubungan Hanya Diisi Pertengkaran
Boleh saja sesekali bertengkar atau berdebat dengan kekasih. Tapi jika hubungan Anda lebih banyak diisi pertengkaran daripada kemesraan, sebaiknya mulai berpikir untuk hidup sendiri sementara waktu. Apalagi jika pertengkaran disebabkan oleh hal-hal sepele yang sama sekali tidak penting. Daripada harus 'tarik urat' setiap kali bertemu, lebih baik tidak perlu bertemu setiap hari kan?


bagian yang gue beri cetak tebal setidaknya mewakili apa yang terjadi sama gue sekarang. dengan begini gue bisa berpikir lebih baik untuk melangkah kedepan. semoga ~~

berpisah

seperti yang udah gue duga. hal sepele kyk gini terjadi lagi. ini yang ketiga kalinya berturut-turut. gue udah gk tau lagi mau bilang apa. capek, lelah, lesu, seolah-olah hubungan ini gk ada lagi indahnya. ya memang gk ada lagi. gue ingin berpisah. cukup. mungkin dengan begitu gue bisa mengukur seberapa penting dia dalam hidup gue. kalau emg bener-bener penting, gue pasti pengen balikan kyk gue sama ridho dlu. tapi kalau gk, rasa ini emang udah hilang sepenuhnya.


berusaha untuk mengertipun gk bisa lagi. diomongin baik-baik apalagi. gk ada solusi, gk ada jalan keluar, gk ada lagi semuanya udah hilang. belom pernah sebelomnya gue punya pacar yang kyk gini. belom pernah sebelomnya gue dikasarin sama pacar gue sendiri. gk sekali dua kali tapi SERING. adit aja dulu gk pernah kasar sama gue. ido walaupun bukan pacar gue, dia jg gk pernah kasar sama gue. aneh---

nilai gue smester kemaren lumayan turun dan gue pengen meningkatkan nilai gue lagi. kenapa dia gk dukung? kenapa dia malah mementingkan kepentingan dia yang sebenarnya SANGAT TIDAK PENTING itu? kenapa?

jujur ya, gue sbnernya suka sama cowok yang pintar, yang bisa membimbing gue, mendukung gue ke hal-hal positif. bukannya malah menjerumuskan gue kyk gini. lo itu bukan cowok yang baik buat gue. dan gue ngerasa diri gue lebih berharga dari pada lo. gue emg lebih mentingin belajar gue dari pada lo. kenapa? karena orang tua gue udah capek-capek kerja cari uang buat sekolahin gue jauh-jauh disini. lo mikir itu gk sih? kapan lo bisa dewasa? kapan lo bisa mikirin masa depan lo? jangan ngomongin orang doang yang lo bisa. tunjukin kalau diri lo itu emg bisa diandalkan. tunjukkin ke gue kalau nilai lo bisa lebih tinggi dari gue. jangan ngarepin gue terus buat ngajarin lo. usaha sendiri dong biar lo bisa mandiri.

satu-satunya jalan buat kita sekarang adalah kita emang harus berpisah. gk ada solusi lain. gk ada perubahan. tapi kenapa susah banget buat mutusin dia?

Rabu, 13 April 2011

punya teman lagi

senengnya malam ini ngerasain punya temen yang peduli sama gue. hal-hal yang hilang dari hidup gue semenjak gue pacaran sama dia. udah lama banget gue gk share kayak gini. udah lama banget gue memandam semua yang gue rasain. gue bingung mau cerita sama siapa dan tadi gue melimpahkan semua yang gue pendam selama ini. gue benar butuh pencerahan, butuh seseorang dan butuh waktu.


sekali aja gue dibikin ilfil, gue bakalan ilfil terus. dan tadi hal itu terjadi lagi. dimana guenya lagi seneng2 aja tiba2 dia ngilangin semua itu. gk sekali dua kali tapi tiga kali. hari ini tiga kali. gimana caranya lagi gue ngadepin dia. gue udah benar-benar tertekan dengan hubungan ini. jujur kalau gue udah gk punya otak lagi, gue bakalan selingkuuh. tapi untungnya gue masih belom niat ngelakuinnya. lama-lama kalau ini terjadi terus, gue niat yang tadinya gk ada bakalan jadi ada.

gue ngerasa gk dapet manfaat dari hubungan ini. gue cuma dapet tekanan. lo tau gk kenapa gue males jalan ama lo? lo tau gk kenapa gue gk mau deket lo? lo tau ggggggggaaaaaaaaaaaaaaaakk kalau gue muaaaaaaaaaaakkk !!!

hubungan yang udah tidak sehat ini sebaiknya diakhiri. daripada nantinya kita berdua sama2 sakit, lebih cepat lebih baik. mngkin butuh waktu untuk melupakan, tapi kalau udah terbiasa pasti bisa kok. tapi kenapa dia gk mau untuk mencoba? jujur keputusan gue ini udah bulat dan kalau dia gk terima, ya siap2 jalani hubungan yang bertepuk sebelah tangan.

gue juga gk peduli lagi sama dia. mau dia ngerokok kek, mau gk kek bodo amat. mau dia telat kuliah kek gue gk ngurus lagi. heloooooooooooooo!!!!!!!!!! you're a man yaaa. berlakulah seperti seorang lelaki. tunjukin kalau lo itu bisa jadi pemimpin, seenggaknya untuk diri lo sendiri. jangan loyo kyk cewek.

gue sih udah gk yakin lagi dengan hubungan ini. tapi gue pasrah aja ngejalaninya. semoga ada pencerahan sesudah ini amin